Adaptasi Santri dengan Dunia Baru

 Santri merupakan pelajar atau siswa yang menempuh pendidikan dan hidup di dalam pondok pesantren. Mereka sehari-hari menjalani aktivitas hidup di dalam lingkungan pondok. Memang ada santri yang tidak tinggal dan beraktivitas di dalam pondok. Mereka ini adalah orang-orang yang tinggal di dekat pondok atau keluarga kiai dan para guru pondok. Santri model ini berada di pondok ketika belajar atau ngaji. Sedangkan ketika diluar jam belajar atau ngaji mereka kembali ke rumah, makan di rumah dan tidur di rumah. Mereka disebut juga dengan satri kalong.

Sedangkan mayoritas santri bukanlah santri kalong. Mereka adalah yang datang dari daerah yang jauh dari pondok, bahkan dari luar negeri. Mereka menjalani kehidupan selama 24 jam di pondok, mulai bangun tidur, mandi, makan, belajar, bahkan sampai tidur pun merekan lakukan di pondok.

Pondok pesantren sendiri menciptakan sistem tersendiri bagi santrinya sehingga ada norma-norma dan aturan-aturan yang harus ditaati. Pondok pesantren menjadi masyarakat tersendiri yang kadang kala berbeda dengan dengan masyarakat di luar. Pondok moderen seperti Gontor di Ponorogo malah membatasi interaksi santrinya dengan masyarakat sekitar. Santri betul-betul hidup dalam masyarakat tersendiri yang bernama masyarakat pesantren.

baca juga: Menjadi Santri di Pondok Moderen

Sebagian santri mendarmakan dirinya dengan mengabdi di pondok. Mereka ini walaupun sudah lulus atau menyelesaikan studi tetap berada di pondok. Hidup mereka untuk pondok. Kalau pun mereka keluar untuk melanjutkan studi akan kembali lagi ke pondok pada akhirnya.

Tapi sebagian besar santri akan kembali ke masyarakat setelah lulus. Mereka harus beradaptasi dengan dunia baru di luar pesantren. Dan ini mulai mereka lakukan ketika mereka melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

Sebagian santri tetap konsisten dengan jalur pendidikan di pesantren, yaitu pendidikan agama. Mereka kebanyakan masuk di perguruan tinggi yang khusus untuk mendalami agama. Hal itu membuat mereka beriteraksi lagi dengan mantan-mantan santri.

Tapi sebagian santri memilih jurusan umum. Yang membuat pilihan ini akan bereinteraksi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang. Mereka harus pintar untuk beradaptasi dengan dunia baru ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Pesantren dari "Ndeso" Menjadi Moderen

Menjadi Santri di Pondok Moderen

Santri Proletar